Kamis, 12 Oktober 2017

Komunikasi Dengan Stakeholder

        Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia, melalui komunikasi manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari, di rumah di tempat kerja, pasar, masyarakat, atau dimanapun manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak terlibat komunikasi. Komunikasi begitu sangat penting dalam kehidupan manusia, karena harus diakui bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa komunikasi karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, dengan komunikasi secara efektif maka kegiatan-kegiatann yang di lakukan manusia bisa berjalan lebih baik.tanpa komunikasi dengan baik mengakibatkan ketidak teraturan dalam melakukan kegiatan sehari-hari baik itu di dalam rumah atau di dalam lingkungan.
        Pada umumnya stakeholder pada perusahaan merupakan pihak yang dapat mempengaruhi ataupun dipengaruhi oleh suatu tindakan atau perilaku dari bisnis secara keseluruhan.
             Berdasarkan disinis diatas dapat disimpulkan bahwa Komunikasi stakeholder ialah pertukaran infomasi dengan kelompok atau individu yang mempunyai kepentingan dalam perusahaan atau eksternal perusahaan yang pada akhirnya tiba dimana mereka memahami dan mengerti.

Untuk mempelajari materi ini lebih lanjut silahkan klik: 
https://nefosdaeli.com/2010/05/22/membangun-komunikasi-efektif-dengan-stakeholder/


Komunikasi Dengan Regulator

Komunikasi Dengan Regulator
Komunikasi dengan Regulator adalah suatu hubungan perusahaan dengan pemerintah pemerintah, yang erat hubungannya dengan lembaga legislatif, peraturan pemerintah dimana dalam hal ini, Komunikator memerlukan keahliah khusus untuk mencapai hasil positif yang dapat di terima oleh publik melalui perencanaan pemerintahan.

komunikasi dengan Regulator memiliki tugas:
a. Menggali data dari pemerintah
b. Monitoring & interpretasi langkah-langkah pemerintah
c. Menyampaikan feed back dari perusahaan atas berbagai kebijakan pemerintah
d. Membangun posisi
e. Mendukung pemasaran

Lobby-lobby dalam Komunikasi dengan regulator dalam dilakukan dalam bentuk:
a. Lobby langsung (konvensional)
Contoh : Mengadakan Pertemuan Langsung dengan pemerintah
b. Grass Roots Lobbying
Artinya melibatkan masyarakat atau massa untuk melakukan proses lobbying
Contoh : Memberikan argumen atau pengertian kepadapemerintah bahwa perusahaan ini memiliki hubungan atau kepentingan dengan public/masyarakat
c. Political Action Committees (PACs)
.

Untuk mempelajari materi ini lebih lanjut silahkan klik: 

Komunikasi Dengan Pemasok

Komunikasi Dengan Pemasok

Pemasok menginginkan transaksi dengan organisasi lembaga bisnis yang meluaskan

Factor yang mendasari hubungan dengan pemasok:
  • Kualitas bahan baku, 
  • Pelayanan terhadap kebutuhan produksi, 
  • Harga yang wajar. 
  • Tujuan menjalin komunikasi dengan Pemasok: 
  • Membina kepentingan bersama, 
  • Melengkapi sarana pemasok guna memudahkan hubungan dengan staf pembelia, keuangan, control kualitas, akunting, dan bagian lain yang berhubungan dengan Pemasok, 
  • Mengetahui sikap Pemasok. 
Metode komunikasi yang digunakan dengan pemasok, diantaranya:
  • Komunikasi secara lisan: 
    • Wawancara pribadi, 
    • Kunjungan kekantor pemasok, 
    • Rapat pertemuan khusus.
  • Komunikasi secara tertulis: 
    • Korespodensi, 
    • Buku panduan bagi Pemasok
    • Penerbitan berkala, 
    • Iklan 

Komunikasi Dengan Penyalur

Komunikasi Dengan Penyalur

    Pola hubungan antara organisasi atau lembaga dengan penyalur merupakan pola kemitraan, yang artinya kerjasama dengan pijak Penyalur dilandasi hubungan baik dan saling menguntungkan.

Tujuan komunikasi dengan Penyalur diantaranya:
  • Membantu para penyalur untuk menungkatkan omset penjualan melalui orgram pelatihan penjualan, penyediaan sarana penhualanm peningkatan seleksi, dan pemberian kompensasi penjualan,
  • Menciptakan pengertian dengan para penyalur melalui penjelasan kebijaksanaan dan manajemen organisasi atau lembaga bisnis,
  • Membantu manajemen distribusi,
  • Bekerja sama denga para penyalur dalam mengiklankan produk: melalui penyediaan iklan, stiker, kartu mobil, dan kalender,
  • Menerima keluhan penyalur tentang pelaksanaan penjualan disertai pemecahannya,
  • Merangsang penyalur agar tertarik dan tetap setia terhadap produk kita,
  • Mempertimbangkan gagasan, saran atau keluhan yang disampaikan para penyalur.

Pola komunikasi dengan Penyalur dapat dilakukan secara interpersonal atau komunikasi kelompok yang bersifat langsung atau melalui media massa.

Untuk mempelajari materi ini lebih lanjut silahkan klik:
https://hilwanisari.wordpress.com/2011/12/21/komunikasi-pemasaran/

Komunikasi Dengan Pelanggan


Komunikasi Dengan Pelanggan
        pelanggan merupakan sumber penjualan barang; memiliki dan menetukan produk yang akan digunakan.

        Tujuan komunikasi dengan pelanggan adalah untuk meyakinkan para pelanggan dan calon pelanggan bahwa produk atau jasa akan terus ditingkatkan baiik kualitas, kegunaan, serta macamnya.

        Cara komunikasi dengan pelanggan bisa melalui media massa, komunikasi kelompok, atau komunikasi interpersonal. Caranya, dapat dilakukan secara lisan atau tertulis.


Untuk mempelajari materi ini lebih lanjut silahkan klik:
https://wsmulyana.wordpress.com/2009/01/07/customers-communications/




Komunikasi Eksternal


Komunikasi eksternal


    Komunikasi eksternal adalah komunikasi yang berlangsung antara pemimpinatau orang maupun kelompok yang mewakilinya dengan public sasaran yang meliputimasyarakat sekitar, organisasi, instansi pemerintah, konsumen, dan pelanggan, mediamassa (Effendi, 2004:128).Pendapat lain mengemukakan komunikasi eksternal adalah komunikasi antara pimpinan organisasi dengan khalayak di luar organisasi (Anggoro, 2005:130).Definisi lain komunikasi eksternal adalah komunikasi yang berlangsungantara organisasi atau perusahaan dengan pihak masyarakat atau publik yang adadiluar organisasi atau perusahaan tersebut (Loina, 2001:102).Dari tiga pendapat diatas Effendi mengatakan bahwa Kegiatan


Untuk mempelajari materi ini lebih lanjut silahkan klik: 

Komunikasi dengan Karyawan

Komunikasi dengan Karyawan

         Karyawan adalah bagian integral dari organisasi atau lembaga bisnis, mereka tidak memegang jabatan  struktur, namun bersentuhan langsung dengan proses prduksi.

            Asas komunikasi karyawan yakni Komunikasi dua arah antara pihak manajemen dengan karyawan dilandasi oleh :
  • Komunikasi yang berfungsi sebagai sistem komunikasi antara pihak manajemen dengan Karyawan,
  • Pesan komunikasi harus menggunakan kata-kata lazim serta sesuai dengan pendidikan mereka,
  • Informasi yang disampaikan harus dalam jumlah kecil agar mudah dipahami,
  • Informasi yang disampaikan harus tepat pada waktunya,
  • Adanya pengulangan pesan dengan penyajian yang berbeda,
  • Pemilihan media yang tepat dan pesan komunikasi yang dipersiapkan oleh komunikator yang handal
          Informasi yang dibutuhkan staf atau karyawan pada umumnya berhubungan dengan pekerjaan dan kebutuhan individu, sebagai berikut :
  • Sejarah Organisasi
  • Kedudukan dalam industri
  • Struktur organisasi
  • Pertumbuhan organisasi
  • Kedudukan finansial
  • Kegiatan penelitian
  • Hubungan dengan pihak lain
  • Kebijakan organisasi
  • Rencana pengembangan
  • Hubungan dengan komunitas
         Informasi yang dibutuhkan staf atau karyawan (pekerjaan dan kebutuhan individu) :
  • Peluang untuk pengembangan karir
  • Informasi keamanan kerja
  • Peluang mengikuti pelatihan
  • Prospek di masa depan
  • Fakta tentang gaji
  • Manfaat program
  • Program-program pelayanan
Untuk mempelajari materi ini lebih lanjut silahkan klik: 









Komunikasi dengan Manajemen

Komunikasi dengan Manajemen

            Pihak manajemen bertugas melaksanakan aktivitas bisnis yang sebelumya melalui proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Kualitas informasi yang diperoleh pihak manajemen harus benar-benar diuji kebenarannya mengingat bahwa semua informasi tersebut akan digunakan sebagai dasar oleh manajemen untuk membuat  keputusan. manajemen membuat keputusan berdasarkan data. Pelaku komunikasi bisnis membantu perusahaan untuk menegakkan citranya melalui internal public relation maupun melalui iklan.


Informasi yang dibutuhkan oleh seorang supervisor adalah sebagai berikut :

  • Tanggung jawab supervisor, 
  • Batas-batas kewenangan, 
  • Hubungan dan kebijakan dengan bagian lain, serta prosedur penyampaian keluhan, 
  • Fungsi-fungsi dalam hubungan dengan manajemen yang lebih tinggi dan departemen atau bagian lainnya. 
Informasi yang dibutuhkan manajemen level atas adalah sebagai berikut :

  • Sikap staf atau karyawan terhadap organisasi, 
  • Seberapa jauh pemahaman staf atau karyawan tentang aturan-aturan, kebijakan-kebjakan, dan rogram-program organisasi, 
  • Bagaimana staf atau karyawan dapat memberi kontribusi yang lebih bagi efisiensi pelaksanaan kegiatan organisasi, 
  • Mengantisipasi keluhan dan komplain dari staf atau karyawan sebelum berkembang menjadi “bom”. 

Untuk mempelajari materi ini lebih lanjut silahkan klik: 


Komunikasi dengan Pemilik Usaha

Komunikasi dengan Pemilik Usaha
            Komunikasi dengan pemilik usaha dimaksudkan untuk melakukan pertukaran informasi secara timbal balik, sehingga di samping memperoleh pandangan dari para pemilik, manajemen juga dapat memberikan informasi kepada pemilik mengenai keberadaan dan posisi perusahaan. Media komunikasi cetak dengan pemilik berupalaporan tahunan, publisitas financial, penawaran khusus bagi pemegang saham. Bentuk lain dari komunikasi dengan pemilik dari perusahaan adalah pemberian finansial melalui media masa tentang deklarasi deviden, posisi keuangan, perubahan organisasi perusahaan.

Komunikasi internal dengan para pemilik saham perusahaan bertujuan untuk :

  • Membangkitkan perhatian pemilik pada perusahaan,
  • Mengurangi pergantian para pemegang saham,
  • Meningkatkan prestise perusahaan di mata pemilik,
  • Membujuk pemilik agar mau turut mempromosikan produk perusahaan.


Asas-asas Komunikasi Internal dengan para pemilik adalah sebagai berikut :

  • Informasi yang disampaikan kepada para pemilik harus sederhana, mudah dipahami dan menghndari kata-kata teknis,
  • Informasi harus menarik dan tidak menjemukan,
  • Membangkitkan minat,
  • Mengungkapkan dua sisi kisah berisi bisnis,
  • Mempertimbangkan ciri-ciri, sikap, dan kepentingan pemilik.


Untuk mempelajari materi ini lebih lanjut silahkan klik

Komunikasi Internal

Komunikasi Internal
Komunikasi internal dapat diwujudkan dalam beberapa bentuk, seperi komunikasi lisan, komunikasi tertulis, audiovisual atau gabungan dari ketiganya.  Pada umumnya pesan didominasi oleh manajemen. Di samping itu, disebabkan oleh komunikasi berjenjang, maka sering terjadi penyimpangan atau pengurangan. Sehingga, pengelolaan komunikasi internal perlu dilakukan dengan baik agar komunikasi dapat tercapai.
Membangun komunikasi Internal akan memberikan dampak yang besar bagi organisasi. Beberapa manfaat dari komunikasi internal adalah sebagai berikut :
  •       Komunikasi mendatangkan efektifitas kerja yang lebih besar,
  •       Komunikasi menempatkan orang-orang pada tempat yang seharusnya,
  •       Komunikasi membawa orang untuk terlibat dalam organisasi dan meningkatkan motivasi untuk menghasilkan kinerja yang baik,
  •       Komunikasi meningkatkan komitmen terhadap organisasi.
Untuk mempelajari materi ini lebih lanjut silahkan klik: 
https://muhammadsultonikomunikasiinternalrabu.wordpress.com/2014/04/14/sekilas-komunikasi-internal/


Komunikasi Dengan Stakeholder

        Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia, melalui komunikasi manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidu...